JURNAL ETIKA SPIRITUAL
Edisi II 16 Oktober 2025
PEMBELAJARAN TENTANG ETIKA SPIRITUAL
Etika Spiritual adalah pedoman etika hidup yang berdasarkan atas kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai satu satunya sumber petunjuk yang bersifat universal, menyeluruh dan abadi serta sempurna.
Etika spiritual mengutamakan pengertian keberadaan manusia sebagai Cerminan Keberadaan Tuhan itu Sendiri. Sebagai cermin keberadaan Tuhan yang mutlak dan absolut maka manusia dengan akal dan kecerdasannya mampu mencerminkan sifat sifat Tuhan yang dijelaskan dalam 99 Sifat Utama Tuhan atau As Maul Husna dalam Islam.

MENGENANG YANG TERKASIH
MEMPERINGATI HARI WAFATNYA DR. JAVAD NURBAKHSH, 10 OKTOBER 2008 – 2025
Tahukah engkau bahwa tanpa dirimu aku tidak mempunyai khabar ?
Tak ada api di hatiku, tak ada semangat atau keributan.
Hatiku yang terpikat ingin mengatakan banyak hal tentang cinta, tapi kata-kata itu semua milikmu, aku tak punya kefasihan atau keterampilan mengutarakannya.

PUISI SPIRITUAL DR. JAVAD NURBAKHSH
Dia yang Maha Hidup, Dia yang Maha Benar
Dia Adalah “HU”.
Aku merangkul kasih karunia-Mu dan murka-Mu: bagiku, kekerasan-Mu manis dan menyenangkan. Aku telah menghapus semua jejak diri dari hatiku, dan di tempatnya telah tertulis, “Segala sesuatu adalah Dia.” Berkat kasih-Mu aku telah meninggalkan eksistensi diriku dan menjadi tenang, tidak lagi terburu-buru ke segala arah.
JURNAL ETIKA SPIRITUAL
Edisi IV 20 Maret 2026
PEMBELAJARAN ETIKA SPIRITUA, WAHYU KASUNYATAN JATI – OLEH R.AY SAN GAYATRI PUTRI YUWANA
“WAHYU KASUNYATAN JATI, PENDEKATAN PEMAHAMAN ATAS KEMUTLAKAN KASUNYATAN WUJUD SEJATI“
Untuk mencapai pemahaman tentang Kasunyatan Jati atau Divine Reality. Yaitu kemutlakan akan keberadaan Tuhan, ada syarat tertentu yang harus dicapai. Baik secara rohani dan spiritual maupun secara jasmani atau tindakan duniawi.
Karena sifat wujud Kasunyatan Jati adalah baqa atau abadi, maka cara pendekatan satu satunya hanya dengan melalui pendekatan spiritual. Karena hanya pendekatan melalui jalan spiritual akan bisa mendekati keberadaan Kasunyatan jati yang abadi. Walaupun demikian dengan sifat wujud yang lainnya yaitu ada dimana mana disetiap waktu dan tempat, baik di alam baqa maupun alam fana maka juga diperlukan pendekatan yang bersifat duniawi untuk memahami keberadaan Sang Yang Kasunyatan Jati yang keberadaannya berada disetiap tempat dan waktu di seluruh jagad raya dan surga tingkat tujuh.

